Apakah Lampu Watt Tinggi Berarti Terang?

Pertanyaan paling sering dilontarkan mengenai lampu Philips Essential, Tornado, dan Genie.

Lampu CFL Philips: apakah itu?

Lampu CFL Philips sudah sangat lumrah digunaakan untuk penerangan rumah tangga Indonesia. CFL adalah singkatan dari Compact Fluorescent Lamp, merupakan bohlam lampu kecil yang menggunakan 25% energi daripadada lampu pijar, dan bisa diaplikasikan untuk fitting e27 biasa. Contoh-contoh lampu CFL adalah (Philips Essential, Philips Tornado, dan Philips Genie). Untuk informasi selengkapnya, dapat diakses ke blog berikut: perbandingan jenis jenis bohlam lampu Philips.

Lampu-lampu CFL ini hadir dalam warna warm white (putih kekuningan seperti lampu pijar) dan cool daylight/bright white (warna putih seperti lampu neon).

Tanya-jawab (Q&A) mengenai bohlam lampu CFL di bawah ini disadur dari http://www.webstaurantstore.com/guide/544/compact-fluorescent-light-cfl-f-a-q-s.html dan diterjemahkan oleh Toko Listrik Global di Yogyakarta.

 

Q: Mengapa kita dianjurkan untuk menggunakan bohlam lampu CFL?

A: Beralih dari lampu pijar menuju lampu bohlam CFL adalah tindakan efektif untuk mengurangi penggunaan energi di rumah dan menghindari efek rumah kaca yang mengakibatkan perubahan iklim global. Sebab, dalam lampu pijar, energi yang dihasilkan listrik hilang 90% dalam bentuk energi panas, dan sisanya 10% energi berubah menjadi cahaya. Rata-rata, penggunaan energi lampu memakan 20% dari total penggunaan energi di rumah, dan tentu masuk akal apabila menghemat energi (dan biaya listrik) dimulai dengan mengganti kepada lampu bohlam CFL.

Selain itu, bohlam lampu CFL dapat menghasilkan lampu berwarna putih, tidak seperti lampu bohlam pijar yang hanya mengeluarkan warna kuning.

 

Q: Apakah bohlam lampu CFL mengandung gas merkuri?

A: Ya, gas merkuri digunakan karena merupakan komponen penting dalam bohlam lampu CFL agar dapat menyala. Bohlam lampu CFL mengandung gas merkuri dalam ukuran yang kecil di dalam tabung kacanya, rata-rata sebanyak 5 miligram. Tidak ada gas merkuri yang terlepas ke udara apabila lampu dihidupkan. Sebagai pembanding, thermometer menggunakan 500 miligram gas merkuri.

 

Q: Apa yang perlu diperhatikan ketika menggunakan bohlam lampu CFL?

A: Bohlam lampu CFL terbuat dari kaca dan dapat pecah apabila terjatuh atau terkena benturan. Berhati-hatilah ketika mengambil lampu dari kotaknya, memasangnya, atau menggantinya. Ketika memasang atau melepas bohlam lampu dari fittingnya, selalu pegang basisnya (bukan kacanya), dan jangan memaksakan memutar bohlam lampu CFL ke fitting.

 

Q: Apa itu “watt”? dan apakah arti “lumen”?

A: Watt adalah satuan konsumsi daya, dan Watt adalah cara kita biasa mengidentifikasi bohlam pijar. Contohnya, lampu bohlam 60W, 75W, dan 100W. Namun, ketika membeli bohlam lampu yang perlu Anda perhatikan adalah satuan lumen, yaitu ukuran intensiteas output cahaya. Ketika menggunakan bohlam pijar 60W, Anda mendapatkan sekitar 800 lumen cahaya, dan ini setara dengan 13W bohlam lampu CFL.

 

Q: Apakah bohlam lampu CFL lebih hemat daripada “bohlam pijar awet”?

A: Walaupun lampu bohlam pijar tertentu seperti Philips Siawet memang lebih lama umurnya daripada bohlam biasa, tetapi produk itu masih menggunakan energi yang besar dan masih kalah awet daripada bohlam lampu CFL. Lampu bohlam awet 60W biasanya mampu bertahan hingga 2000 jam, tapi bohlam lampu CFL yang setara, yaitu 13W, akan bertahan hingga 6000 jam atau lebih, dan menggunakan 75% energi.

 

Q: Tempat lampu saya tertulis untuk bohlam 75W. Apakah saya dapat menggunakan lampu CFL 75W tetapi setara dengan 100W?

A: Penilaian watt pada deskripsi tempat lampu Anda menunjukkan seberapa besar listrik yang dapat dilewatkan pada sistem perkabelan di dalamnya secara aman. Watt adalah satuan konsumsi daya. Karena peralatan yang dimaksud hanya dapat menerima daya sebesar 75W, Anda dapat menggunakan lampu CFL 75W yang setara dengan 100W.

 

Q: Apa yang harus saya lakukan apabila bohlam lampu CFL gosong?

A: Oleh karena bohlam lampu CFL mengandung gas merkuri, dianjurkan agar para konsumen memanfaatkan tempat sampah khusus yang disediakan untuk menampung khusus lampu CFL. Apabila pilihan yang tersedia adalah tempat penampungan sampah umum, bungkus lampu CFL dengan 2 plastik (double). Lampu CFL tidak boleh dibuang di tempat pembakaran karena ini membahayakan kesehatan.

Q: Bagaimana cara membersihkan pecahan bohlam lampu CFL?

A: Oleh karena bohlam lampu CFL mengandung gas merkuri, disarankan untuk mengambil langkah-langkah berikut apabila terdapat lampu yang pecah:

  1. Buka jendela dan tinggalkan kamar selama lebih dari 15 menit.
  2. Bersihkan seluruh material termasuk kaca yang pecah tanpa vacuum cleaner/mesin penyedot debu.
  3. Gunakan sarung tangan karet (jangan menggunakan tangan kosong), dan buang sarung tangan tersebut setelah penggunaan.
  4. Kumpulkan pecahan-pecahan kaca dengan kertas atau karton.
  5. Lap area yang baru saja dibersihkan dengan tissu basah, kain bekas basah, atau koran bekas yang basah.
  6. Pita adesif atau plester dapat digunakan untuk memungut serpihan-serpihan kaca dan debu-debunya yang kecil.
  7. Kumpulkan semua peralatan untuk membersihkan pada kantong plastik dan tutup kantong tersebut.
  8. Buang ke tempat sampah khusus bohlam lampu CFL atau bungkus dengan 2x kantong plastik ke tempat pembuangan biasa.
  9. Cuci tangan Anda.

 

Q: Bagaimana menentukan warna bohlam lampu CFL dalam kotak?

A: Kotak bungkusan bohlam lampu CFL biasanya menyatakan warna yang bohlam yang terdapat di dalamnya. Jika disebut cool daylight, lampu akan menghasilkan cahaya putih. Jika disebut warm white, maka lampu di dalamnya menghasilkan cahaya putih kekuningan. Selain itu, warna yang dihasilkan bohlam lampu CFL dapat ditentukan dengan angka suhu yang tertera dalam packing (dalam satuan Kelvin). Contohnya 2700K, 3000K, maupun 5100K. Semakin rendah angka tersebut (contoh 2700K), berarti cahaya yang dihasilkan adalah warna kekuningan. Semakin tinggi angkanya, semakin putih kebiruan warna yang dihasilkan bohlam tersebut.

 

 

Q: Apakah saya dapat menghidupkan dan mematikan lampu bohlam CFL secara cepat?

A: Menghidup-matikan lampu bohlam CFL secara cepat dapat mengurangi keawetan lampu. Paling baik adalah menggunakan bohlam-bohlam CFL ini pada alat rumah tangga yang paling sering Anda gunakan dan yang biasanya dihidupkan minimal 15 menit, seperti untuk downlight di plafon, lampu taman, ruang keluarga, dapur, ruang tidur, ruang rekreasi, dan lain-lain.

Q: Apakah bohlam lampu CFL dapat digunakan dengan saklar peredup (dimmer)?

A: Sebagian besar lampu CFL dapat digunakan dengan saklar dimmer, pastikan untuk memeriksanya pada kotak pembungkus produk. Apabila saklar dimmer diaplikasikan pada bohlam lampu CFL yang tidak sesuai, maka umur penggunaan produk tersebut akan berkurang secara drastis.

 

Q: Apakah suhu dingin dan kelembaban mempengaruhi bohlam lampu CFL?

A: Suhu ekstrim dapat mempengaruhi bohlam CFL. Beberapa jenis bohlam lampu CFL dapat bekerja pada suhu hingga -20 derajat celcius, walaupun pada suhu sedingin itu membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai terang maksimum.

 


Quick Response WA 622744469601

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.