Perbandingan Jenis-jenis Bohlam Lampu Philips (part 2)

Setelah penjabaran lampu pijar pada blog sebelumnya, kita lanjutkan pembahasan berbagai macam lampu Philips, khususnya lampu pendar (Fluorescence).

Lampu fluorescent atau lampu pendar adalah lampu yang cahayanya dihasilkan oleh proses eksitasi/pancingan/aktivasi uap raksa (proses fluorescence) setelah dialiri listrik. Lampu fluorescence lebih efisien daripada lampu pijar, artinya lebih hemat energi.

Ada tiga jenis lampu pendar yang akan dibahas di blog ini:

  • Lampu tabung/neon/tube/TL
  • Lampu CFL dengan varian lampu ulir (Tornado) dan lampu jari (Essential)
  • Lampu Par38 (dan varian lain seperti lampu globe)

Lampu Neon/Tabung/Tube (Lampu TL)

Jika orang berbicara tentang lampu neon, lampu panjang yang sering digunakan untuk penerangan utama di plafon toko, supermarket, apotek, dan pom bensin, maka yang dimaksud adalah lampu TL (singkatan dari kata berbahasa Belanda Tension Laag yang berarti “voltase rendah”).

Sepanjang sejarah, produk lampu TL Philips berkembang menyesuaikan perkembangan teknologi. Berbagai macam lampu TL yang pernah dikembangkan Philips adalah lampu TL-A, TL-B, TL-C, TL-D, TL-E, TL-F, TL-H, TL-K, TL-M, TL-R, TL-S, TL-U, TL-W, TL-X, dan TL-5.Dari berbagai jenis lampu TL tersebut, yang paling sering ditemukan di pasaran adalah:

  • TL-D (merupakan singkatan dari Tension Laag-Dunn atau voltase rendah-tipis). TL-D dalam sistem penamaan Amerika disebut lampu T8, dan memiliki diameter tabung lampu sepanjang 1 inchi, atau 2,6cm. Untuk TL-D yang 18Watt panjangnya adalah 60cm, sedangkan yang 36Watt panjangnya adalah 120cm. Lampu TL-D hadir dalam varian cahaya putih kebiruan (cool daylight) atau putih kekuningan (warm white).
  • TL-E (TL-Ellipsoid) atau TL Ring atau lampu T9 adalah lampu fluorescence dengan berbentuk lingkaran, dengan diameter tabung 2,86cm.
  • TL-5 atau dalam sistem penamaan Amerika T5, adalah TL seperti lampu TL-D namun dengan diameter 5/8 inchi atau 1,59cm. Pada tahun 1950an dan sebelumnya, lampu T5 hanya hadir dalam varian 4 watt hingga 13 watt. Pada tahun 1990an, keluar juga produk T5 dengan varian 14 watt hingga 80 watt. Semakin besar wattnya, semakin panjang body lampu TL-5.
  • Ada juga lampu yang lebih tipis daripada T5, yang sempat populer pada tahun 1980an, yaitu lampu T4 (Philips tidak mengeluarkan produk yang sejenis), dengan diameter 1/2 inchi atau 1,27cm. Tiap merk yang mengeluarkan lampu T4, memiliki spesifikasi ukuran dan watt lampu yang dikeluarkan. Artinya, tidak ada standarisasi ukuran lampu T4.
LAMPU TUBE T8 (TL-D) PHILIPS: 18 WATT DAN 36 WATT

Lampu PL-L dan Lampu PL-S

Setelah lampu tabung TL, Philips menemukan lampu pendar yang lebih ringkas, dengan ukuran yang lebih kecil. Lampu tersebut dinamakan lampu PL (singkatan dari Philips Light). Lampu PL ini lah yang merupakan cikal bakal lampu essential dan tornado (akan dibahas berikutnya) yang membanjiri pasar pada era 1990an.

Lampu PL, berbeda dengan jenis lampu essential dan tornado yang muncul setelahnya, masih membutuhkan tambahan perangkat yang berisi sirkuit elektronik untuk bekerja (disebut ballast elektronik). Ballast elektronik ini fungsinya menyediakan voltase listrik yang cukup tinggi untuk mengionkan gas dalam tabung hingga dapat menyala. Hal ini masih menggunakan prinsip yang sama untuk menghidupkan lampu tabung (TL).

Untuk keterangan, kode “PL-L” adalah singkatan dari Philips Light- Long, dan “PL-S” adalah Philips Light- Short.

LAMPU PL-S PL-L 7W 9W 11W 36W PHILIPS DI TOKO LISTRIK GLOBAL
LAMPU PL-S PL-L PHILIPS 7W 9W 11W 36WDI TOKO LISTRIK GLOBAL

Walaupun teknologi lampu PL ini termasuk lawas, tetapi masih ada orang yang mencarinya, dan Toko Listrik Global masih memiliki stok terbatas untuk dijual.

Lampu CFL: Lampu Jari (Seri Essential dan Genie) dan Lampu Ulir (Seri Tornado)

Kelanjutan teknologi lampu PL adalah lampu CFL (compact fluorescent lamp), yaitu menggunakan prinsip sama (menggunakan gas raksa), namun sirkuit elektronik untuk menghasilkan voltase tinggi sudah terintegrasi pada dasar lampu. Hal ini memungkinkan untuk mengaplikasi lampu CFL ke fitting standard e27 atau e14 tanpa menggunakan tambahan ballast elektronik. Sangat praktis untuk digunakan pada downlight plafon maupun lampu hias (lampu gantung, lampu meja, lampu dinding, dan lain-lain).

Lampu CFL yang pertama keluar adalah model Philips Essential, yang kita sebut juga lampu bentul tala atau lampu jari. Lampu ini sudah banyak sekali digunakan di rumah tangga-rumah tangga Indonesia. Lampu Philips Essential dijual dalam varian warna cool daylight (warna putih kebiruan), dan warm white (warna putih kekuningan).

Ukuran body lampu Philips Essential berbeda-beda tergantung dari watt yang dihasilkannya. Paling kecil, Philips Essential adalah 5 Watt dengan tinggi body 10cm, dan paling besar adalah Philips Essential 70 Watt dengan tinggi body 33cm. Untuk aplikasi downlight plafon rumah, lampu essential Philips yang cocok ukurannya adalah antara 5 Watt hingga 23 Watt.

Philips CFL Essential 5W, 8W, 11,W, 14W, 23W, 35W, 50W, 70W
Philips CFL Essential 5W, 8W, 11,W, 14W, 23W, 35W, 50W, 70W

Mirip dengan lampu Philips Essential, bohlam Philips juga mengeluarkan model lampu jari “Genie”, yang hadir dalam watt lebih kecil (5 watt, 8  watt, 11 watt, dan 18 watt), dan body yang lebih mungil daripada Philips Essential. Keunikan lain dari Lampu Philips Genie adalah tersedianya varian dengan fitting ukuran e14.

CFL PHILIPS GENIE 5W, 8W, 11W, 18W
CFL PHILIPS GENIE 5W, 8W, 11W, 18W

Philips seri Tornado, atau sering disebut lampu ulir Philips, juga merupakan lampu CFL dengan cara kerja menggunakan pengaktifan gas raksa seperti lampu Philips Essential. Selebihnya, lampu ulir Philips Tornado memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Lampu Tornado yang berbentuk ulir/spiral dipilih rumah tangga karena keunggulan bentuknya: lebih kecil (ringkas) daripada lampu essential, sehingga lebih mudah diaplikasikan untuk berbagai kap/lampu gantung. Bentuk yang spiral ini juga membuatnya lebih susah pecah terhadap benturan.
  • Dibandingkan lampu Philips Essential, lampu spiral tornado harganya sedikit lebih mahal, walaupun untuk varian watt yang sama.
  • Produk-produk Philips Tornado diperkenalkan ke pasaran lebih kini daripada produk-produk Essential.
  • Tersedia dalam 8W, 12W, 15W, 20W, 24W, 32W, 42W, 45W, dan 65W, dan tersedia dalam warna putih (cool daylight) dan putih kekuningan (warm white).
Lampu Philips Ulit Tornado varian 8W, 12W, 15W, 20W, 24W, 32W, 42W, 45W, dan 65W

Lampu PAR38

Jika Anda melihat atau mendengar orang menyebut lampu PAR light, maka itu berarti Parabolic Aluminized Reflector Light. Berdasarkan definisi tersebut, prinsip PAR light adalah penggunaan reflektor dan kaca parabola yang menutupi lampu fluorescent. Kaca parabola ini memberikan efek cahaya oval yang intens dan menyebar dengan tepian cahaya yang halus (tidak kontras). Lampu PAR biasanya digunakan untuk penyinaran panggung dalam pentas teater atau pertunjukan musik.

Lampu PAR muncul dalam berbagai kaca berwarna, seperti merah, kuning, biru, hijau. Philips juga mengluarkan lampu dengan body PAR38 yang khusus mengluarkan lampu infra merah (infrared) untuk kepentingan terapi (dicontohkan pada gambar koleksi lampu di bawah).

Lampu PAR38 Philips Toko Listrik Global
Lampu PAR38 Berbagai Warna 80 watt dari Philips
Lampu Globe Philips Toko Listrik Global
Lampu Globe dan Lampu PAR Model Lama

Berikutnya mari kita simak mengenai lampu LED (Light Emitting Diode) yang kini sudah membanjiri pasar bohlam lampu.

Satu tanggapan untuk “Perbandingan Jenis-jenis Bohlam Lampu Philips (part 2)

Quick Response WA 622744469601

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.