Perbandingan Jenis-jenis Bohlam Lampu Philips (part 3)

Light-emitting diode atau LED adalah komponen listrik yang mengeluarkan cahaya ketika dialiri arus. Cara kerjanya adalah menggunakan chip pada sebuah papan sirkuit yang dialiri listrik untuk menghasilkan cahaya. Dalam proses ini, lampu LED tidak memerlukan proses pemanasan (pembakaran filamen) ataupun menggunakan gas khusus.

Lampu LED (Light Emitting Diode) adalah tekonologi relatif terbaru (mulai populer di pasaran setelah 2008). Pada awal ditemukannya, biaya produksi LED mahal sekali, satu LED bisa dijual dengan harga US$ 200. Oleh sebab itu, LED hanya dipakai sebagai indikator pada peralatan laboratorium profesional. Lalu teknologi semikonduktor dikembangkan pada tahun 1970an sehingga harga LED bisa ditekan. Seperti telepon seluler dan komputer, produk-produk dengan basis teknologi semikonduktor semakin lama semakin murah harganya, dan ini termasuk lampu-lampu LED yang makin sering dipakai pada produk-produk massal (bohlam, TV, monitor, kalkulator, jam tangan, senter, dan berbagai contoh lainnya).

Kelebihan lampu LED adalah keawetannya: selain hemat energi (karena tidak memerlukan proses pemanasan), lampu LED berumur pakai lama (karena tidak terpengaruh oleh keadaan kaca pelindung: apabila lampu jatuh dan penutup terlepas, bisa dipasang kembali; tidak seperti lampu pendar yang jika kacanya pecah, sudah tidak bisa digunakan lagi). 

Kelebihannya yang ke dua adalah lampu LED tidak memerlukan waktu yang lama untuk menghasilkan cahaya maksimal. Hal ini berakibat lampu tidak mudah rusak apabila dihidup-matikan secara cepat.

Kelebihan selanjutnya adalah lampu LED berukuran kecil sehingga sangat fleksibel untuk digunakan dalam berbagai peralatan elektronik. 

Terakhir, teknologi lampu LED sudah dikembangkan sedemikian rupa untuk mengeluarkan berbagai macam warna, seperti merah, kuning, hijau, biru, ultraviolet, putih, maupun warm white.

Oleh karena kelebihan-kelebihan itu, penggunaan LED menjadi trend dalam memilih lampu di rumah-rumah, gedung kantor, dan toko-toko.

Kelemahan lampu LED adalah harga perolehannya yang lebih tinggi. Ini disebabkan lampu LED (oleh karena sifatnya merupakan chip elektronik) sangat dipengaruhi oleh suhu: LED tidak tahan panas, dan itu menyebabkan tiap lampu LED butuh kondensator/pendingin yang teknologinya mahal. Akan tetapi, semakin banyak produsen dari negara industri yang memproduksi lampu-lampu LED dengan teknologi pendingin lebih murah, misalnya bagian dasar lampu disediakan rongga ventilasi untuk pendinginan. Sehingga, semakin modern, harga lampu LED diharapkan semakin murah. Diproyeksikan pasaran lampu LED akan laku sebanyak 12 kali lipat dalam satu dekade ke depan.

Karakteristik lampu LED lainnya yang dapat dianggap kelemahan bagi sebagian orang adalah lampu LED cahayanya lebih “terarah” dibanding dengan lampu pijar dan lampu pendar yang cahayanya dapat menerangi 360 derajat (sekeliling) dari pusat pencahayaan. Dan juga, lampu LED menghasilkan kualitas cahaya yang tidak senyaman di mata seperti lampu Philips Essential atau Philips Tornado.

Lampu LED yang tradisional tidak bisa digunakan dengan peredam cahaya (dimmer). Namun, Philips sedang mengembangkan produk baru, Lampu LED yang bisa digunakan dengan dimmer. Namun, masih belum banyak terjual di pasaran.

Rangkumannya kelebihan dan kelemahan lampu LED adalah sebagai berikut.
Keunggulan lampu LED adalah:

  • Menghasilkan cahaya (lumens) lebih banyak per watt daripada lampu pijar dan lampu pendar.
  • Lebih tahan banting tidak mudah pecah.
  • lebih kecil ukurannya sehingga fleksibel untuk berbagai peralatan rumah tangga.
  • tidak memerlukan waktu pemanasan untuk menghidupkannya, dan tidak perlu waktu lama untuk mematikannya.
  • Lebih panjang umur dan lebih susah rusak.

Kelemahan lampu LED:

  • Lebih mahal daripada lampu pijar maupun pendar.
  • Sangat bergantung pada suhu luar, karena mudah kepanasan.
  • Ada pendapat bahwa lampu LED menghasilkan kualitas warna/cahaya yang tidak senyaman lampu pijar maupun lampu pendar.
  • Tidak bisa diredupkan dengan dimmer seperti lampu pijar.

“Perbandingan/Persamaan Watt Lampu Philips”

Perbandingan watt (lumens) antara lampu pijar, lampu pendar, maupun lampu LED
Perbandingan watt antara lampu pijar, lampu pendar, dan lampu LED untuk menunjukkan bahwa lampu LED dapat memerlukan watt yang lebih sedikit (irit) untuk dalam menghasilkan sinar yang terang.



http://www.historyoflighting.net/light-bulb-history/history-of-led/

Quick Response WA 622744469601

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.